Loading
Showing posts with label INSPIRATIONAL. Show all posts
Showing posts with label INSPIRATIONAL. Show all posts

Wednesday, March 3, 2010

hari ke-100

Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa memelakukan apapun,
hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik
bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing.

Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."

Peter: "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang."
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?"
Peter: "Eh? permainan apaan?"

Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?"

Peter: "Baiklah.... lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan
ke depan."

Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya.... semangat dong! hari ini akan
jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?"

Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen
deh. katanya film itu bagus"

Tina: "OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...
ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

Peter : "Boleh juga..."
(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang
malam harinya)

Hari ke 2:
Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe,
suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati
mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah
kalung perak berliontin bintang untuk Tina.

Hari ke 3:
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat
Peter.
Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli
sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di
foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai
berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Hari ke 7:
Bermain bowling dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit karena
tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter memijit-mijit tangan Tina
dengan lembut.

Hari ke 25:
Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan diri,
langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka
duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan
suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan
melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Hari ke 41:
Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. Bukan
kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam
hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu
menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang
tahunnya.

Hari ke 67:
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan
mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear
untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter.

Hari ke 72:
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China.. Tina
penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal.. Sang peramal hanya
mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu
meneteskan air mata.

Hari ke 84:
Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi
karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan sandal dan
berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya
pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan
mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.

Hari ke 99:
Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana.
Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota.

15:20 pm
Tina: "Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar.."
Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"
Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya"
Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta
selalu macet.

15:30 pm
Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
Peter : "Ada apa pak?"
Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu"
Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak
tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat.
Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.

23:53 pm
Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya."
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan
erat.
Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya.

Dear Peter...
ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu.

23:58
Peter: "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat
meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku
kesepian!
Tina, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100..



--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAFKAN ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ whitecyber staff
~ lumajangcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, ucrit_penyu, wendys182, cybermuttaqin
~ k3nz0, thomas_ipt2007, blackpaper, nakuragen, candra
~ whitehat, wenkhairu, Agoes_doubleb, diki, lumajangcrew a.k.a adwisatya a.k.a xyberbreaker, wahyu_antijasakom
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
~ All members of whitecyber
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom, #whitecyber
[Read More...]

Cinta tanpa syarat

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit.
Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami.
Kami bertengkar karena hal-hal kecil.
Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor.
Karena meja sudut di ruang keluarga
yang ia beli tanpa membicarakannya denganku,
bagiku itu hanya membuang uang saja.

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen.
Kami bertengkar pagi ini
karena Ellen kesiangan membangunkanku.
Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya,
kecupan di keningnya yang biasa kulakukan
di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan.
Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku
untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya,
tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Jam menunjukkan pukul 10 malam,
aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang.
Hujan turun sangat deras, sudah larut malam
tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet,
aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.
Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen
membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam,
dua jam perjalanan kutempuh yang biasanya aku hanya
membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.

Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga.
Sempat aku berhenti di hadapannya
dan memandang wajahnya.
"Ia sungguh cantik"kataku dalam hati,
"Wanita yang menjalin hubungan
denganku selama 7 tahun sejak duduk di bangku SMA
yang kini telah kunikahi selama 5 tahun,
tetap saja cantik".
Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi,
aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.

Aku langsung masuk ke kamar.
Di meja rias istriku kulihat buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku.
Bertahun-tahun Ellen menulis
cerita hidupnya pada buku coklat itu.
Sejak sebelum menikah,
tak pernah ia ijinkan aku membukanya.
Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen,
kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman
demi halaman secara acak.

14 Februari 1996.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku,
Vincent, pacar pertamaku yang akan menjadi pacar terakhirku.

Hmm. aku tersenyum, Ellen yakin sekali
kalau aku yang akan menjadi suaminya.

6 September 2001,
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain
sambil tertawa mesra.
Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati..

Jantungku serasa mau berhenti...

23 Oktober 2001,
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent,
atas candle light dinner di hari ulang tahun
seorang wanita dengan nama Melly.
Siapakah dia Tuhan?
Bukakanlah mataku untuk
apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.

Jantungku benar-benar mau berhenti.
Melly, wanita yang sempat dekat denganku
disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun.
Melly, yang karenanya aku hampir saja
mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena kejenuhanku.
Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi
setelah dekat dengannya selama 4 bulan,
dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen.
Aku sungguh tak menduga
kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.

4 Januari 2002,
Aku dihampiri wanita bernama Melly,
Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah selingkuh dengannya.
Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.

Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu,
ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis di hadapanku
setelah mengetahui aku telah menghianatinya.
Aku tahu Melly, dia pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka
dengan kata-kata tajam yang keluar dari mulutnya.
Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan
apa yang Ellen rasakan saat itu.

14 Februari 2002,
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6.
Tuhan apa yang harus kulakukan?
Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.

14 Februari 2003,
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi
Nyonya Alexander Vincent Winoto.
Terima kasih Tuhan!

18 Juli 2005,
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga.
Aku harap aku tak kemanisan lagi membuatkan teh untuknya.
Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati
membuatkan teh untuk suamiku.

7 April 2006,
Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang kantor
sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama.
Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent,
aku ingin membelikan jam itu
di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi.
Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent
agar ia tidak marah lagi padaku,
aku tak akan tidur di sore hari lagi
kalau Vincent belum pulang walaupun aku lelah.

Aku mulai menangis,
Ellen mencoba membahagiakanku
tapi aku malah memarahinya
tanpa mau mendengarkan penjelasannya.
Jam itu adalah jam kesayanganku
yang kupakai sampai hari ini,
tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.

15 November 2007,
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga,
dia sangat suka membaca di sudut ruang itu.
Tuhan, bantu aku menabung
agar aku dapat membelikan sebuah meja,
hadiah Natal untuk Vincent.

Aku tak dapat lagi menahan tangisanku,
Ellen tak pernah mengatakan meja itu
adalah hadiah Natal untukku.
Ya, ia memang membelinya di malam Natal
dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.

Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya.
Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan
untuk mencintaiku tanpa syarat.
Aku berlari keluar kamar,
kukecup kening Ellen dan ia terbangun.
"Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat ulang tahun."


--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAFKAN ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ whitecyber staff
~ lumajangcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, ucrit_penyu, wendys182, cybermuttaqin
~ k3nz0, thomas_ipt2007, blackpaper, nakuragen, candra
~ whitehat, wenkhairu, Agoes_doubleb, diki, lumajangcrew a.k.a adwisatya a.k.a xyberbreaker, wahyu_antijasakom
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
~ All members of whitecyber
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom, #whitecyber

[Read More...]

Ijinkan aku menjadi suaramu

Dari awal hubungan sepasang kekasih ini sudah tidak disetujui oleh pihak keluarga sang wanita, hal ini karena latar belakang sang kekasih yang bukan dari keluarga yang mereka inginkan status sosialnya dan pendidikannya. dan sang keluarga selalu mengatakan bahwa apabilang sang wanita tetap berhubungan dengan sang kekasih maka dia akan menderita seumur hidupnya.

Di bawah tekanan keluarga sang wanita, mereka tetap menjalin hubungan dan sering bertemu. Kenyataan bahwa sang wanita sangat mencintai sang kekasih meskipun keluarga sang wanita sangat tidak menyukai sang kekasih tetapi sang wanita selalu menanyakan kepada sang kekasih " Seberapa besar cintamu kepadaku?" tetapi sang pria hanya diam seribu bahasa tanpa pernah menjawabnya.

Sang pria bukanlah pria yang pandai berbicara dan hal inilah yang selalu menyebabkan sang wanita sering marah, tetapi seperti biasanya sang pria hanya diam seribu bahasa.

Setelah beberapa tahun kemudian sang pria menyelesaikan sekolahnya dan memutuskan untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, Sebelum pergi dia melamar sang wanita" Aku tidak pandai berbicara tetapi yang aku tahu adalah aku sangat mencintai kamu. Jika kamu mengijinkan aku, aku akan menjagamu sepanjang hidupku seperti keluargamu menjagamu. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Maukah kamu menikah denganku?"

Sang wanita setuju untuk menikah dan begitu juga dengan keluarga sang wanita jadi sebelum sang pria berangkat ke luar negeri merekapun bertunangan.

Sang wanita akhirnya bekerja disaat sang pria melanjutkan sekolahnya di luar negeri, Mereka saling mengirimkan surat dan berbicara melalui telephone. Meskipun itu berat tetapi keduanya tidak pernah putus asa dan tetap melanjutkan hubungan jarak jauh.

Suatu hari, ketika sang wanita sedang dalam perjalanan ke tempat kerja dia ditabrak oleh sebuah mobil yang melaju kencang dan ketika sang wanita sadar dia melihat orangtuanya ada di samping tempat tidur. Sang wanita menyadari bahwa dia menderita kecelakaan yang hebat. Melihat ibunya menangis dia berusaha menenangkan ibunya tetapi ternyata tidak ada satu suarapun yang keluar dari mulutnya. Sang wanita kehilangan suaranya!
Dokter mengatakan bahwa itu adalah efek dari kecelakaan yang dialami sang wanita bahwa dia akan kehilangan suaranya selamanya. Orang tuanya berusaha untuk menghiburnya tetapi sang wanita sudah terlanjur terluka.

Selama perawatan di rumah sakit yang dia lakukan hanyalah menangis dan menangis tetapi tidak ada suara apapun yang terdengar, yang ada hanyalah airmata. Setelah dia sembuh semuanya kembali seperti sedia kala tidak ada yang berubah kecuali bunyi telp yang tidak bisa dia dengarkan lagi. Sang wanita tidak bermaksud memberitahukan kabar buruk tersebut kepada sang pria.
Sang wanita hanya menulis surat kepada sang pria dan mengatakan bahwa dia tidak akan menunggu lebih lama lagi dan memutuskan hubungannnya dengan sang
pria.

Sang wanita juga mengirimkan kembali cincin pertunangan mereka. Sang pria mengirimkan surat dan menanyakannya berkali2 alasannya tetapi tidak pernah menndapatkan jawaban dari sang wanita.

Kaluarga sang wanita akhirnya memutuskan untuk pindah kota berharap bahwa sang wanita akan melupakan kesedihannya dan bisa kembali bahagia. Di tempat yang baru, sang wanita belajar bahasa isyarat dan memulai hidup baru dan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa dia harus melupakan sang pria.
Suatu hari teman sang wanita datang dan memberitahukan kepadanya bahwa sang pria telah kembali dari luar negeri, Sang wanita meminta kepada temannya untuk tidak memberitahukan apa yang telah terjadi kepada dirinya.

Sejak saat itu sang wanita tidak pernah mendengar berita apapun mengenai sang pria.

Setahun berlalu teman sang wanita datang kembali mengunjunginya dengan membawa sebuah surat undangan dari sang pria. Ketika dia membuka surat undangan tersebut sang wanita terkejut karena melihat namanya sebagai mempelai wanita.

Ketika sang wanita akan menanyakan kepada temannya hal tersebut, dia melihat sang pria yang berdiri di sebelah temannya, Sang pria menggunakan bahasa isyarat dan berbicara kepadanya " Aku menghabiskan waktuku selama setahun untuk belajar bahasa isyarat. Hanya untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku tidak melupakan janjiku kepadamu. Ijinkan aku menjadi suaramu. Aku mencintai kamu" sambil menyelipkan kembali cincin pertunangan mereka ke jari sang perempuan. Akhirnya sang wanita kembali tersenyum bahagia.


--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAFKAN ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ whitecyber staff
~ lumajangcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, ucrit_penyu, wendys182, cybermuttaqin
~ k3nz0, thomas_ipt2007, blackpaper, nakuragen, candra
~ whitehat, wenkhairu, Agoes_doubleb, diki, lumajangcrew a.k.a adwisatya a.k.a xyberbreaker, wahyu_antijasakom
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
~ All members of whitecyber
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom, #whitecyber

[Read More...]

Istri terbaik

Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi,
sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam
surgawi,
baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang
suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu
kecil.
Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah
gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal
untuk
menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera
berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan
makan
untuknya.

Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan.
Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas
berangkat
ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari
ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang
hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke
kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan
ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan,
tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan
hangat!
Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah
mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung
menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,
dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum
pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan
untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di
sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas
untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena
aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimp anny a di bawah
selimut
supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan
ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad
...
"

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin
anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan
menangis
dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya.
Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan
memberikan
obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya
untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.

Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar
anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di
pantatnya,
tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini,
untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan
juga
kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuh anny a. Tanpa
terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman
Kanak-kanak.
Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa
kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar
menyesal....

Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya
absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap
dia
bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar
rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di
sebuah
toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah,
membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja
lalu
mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".

Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan
bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan
ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadir anny a karena ia tidak punya
ibu......

Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke
rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan
menulis.
Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk
berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya
ia akan
merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim
dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di
hati
setiap orang yg lalu lalang... Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok
jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang
menyelasaikan
pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena
pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang
sibuk-sibuknya,
suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.

Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya
telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji
untuk
tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri
untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah
benar-benar
keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf :
"Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya
melakukan
itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa
alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong
anak
saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa
yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk
mommy.....".

Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan
terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak
surat-surat,
pada waktu yg sama?"

Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang
lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi
bagiku,
sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika
aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimk anny
a sekaligus".

Setelah mendengar penjelas anny a ini, aku kehilangan kata-kata, aku
bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku
katakan ....

Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk
selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan
membakar
surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal
ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan
nyenyak.
Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa
surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak
membuka
surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Mommy sayang',

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di
sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi
kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak
memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis
dan merindukanmu
lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan
mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya,
setelah
menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi
aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.

Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat
padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya.
Saya
pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua,
saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam
mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang
jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan
melihat
orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak
pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak
ditinggalkan
oleh istri saya ....

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh
kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya.
Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu,
mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan
menyayangi
dirimu dan anak-anakmu.

Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu
dengan segala kekurangan dan kelebih anny a, karena apabila engkau telah
kehilangan
dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.


--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAFKAN ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ whitecyber staff
~ lumajangcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, ucrit_penyu, wendys182, cybermuttaqin
~ k3nz0, thomas_ipt2007, blackpaper, nakuragen, candra
~ whitehat, wenkhairu, Agoes_doubleb, diki, lumajangcrew a.k.a adwisatya a.k.a xyberbreaker, wahyu_antijasakom
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
~ All members of whitecyber
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom, #whitecyber
[Read More...]

Monday, February 22, 2010

lelaki biasa dengan cinta yang luar biasa

MENJELANG hari nikah, Winda masih sukar mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Setelah melihat ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sedar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania.

Mereka ternyata sama herannya.

“Kenapa?” tanya mereka di hari Winda mengantarkan surat undangan.
Saat itu teman-teman baik Winda sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi.

Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.
Tiba-tiba saja pipi Winda bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Winda terbuka.
Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Winda yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Winda menyampaikan keinginan Firly untuk melamarnya. Arisan keluarga Winda dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

“Kamu pasti bercanda!”. Winda kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Winda menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Winda bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Winda yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Winda!
“Winda serius!” tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika firly memang melamarnya. “Tidak ada yang lucu,” suara Papa tegas, “Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!” Winda tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Winda tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

“Tapi Winda tidak serius dengan Firly, kan?” Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, “maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?” Winda terkesima “Kenapa?" Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Winda sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!

Winda memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata ‘kenapa’ yang barusan Winda lontarkan .
“Winda Cuma mau Firly,” sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.

Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Firly. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat.Parah. “Tapi kenapa?” Sebab Firly cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Winda mencoba membuka matanya.

“Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Winda!” Cukup! Winda menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Winda lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Firly. Barangkali karena Winda memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Firly tampak ‘luar biasa’. Winda Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Winda menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Firly. Disampingnya Winda bahagia. Mereka akhirnya menikah.

Setahun pernikahan.
Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Winda, apa sebenarnya yang dia lihat dari Firly. Jeleknya, Winda masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Firly agar tampak di mata mereka.

Winda hanya merasakan cinta begitu besar dari Firly, begitu besar hingga Winda bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Winda. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. “Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Firly pada Winda.”

Nada suara Winda tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Winda hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.”Win, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!”

“Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!”. “Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!”.Winda merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Firly.

Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen. Tapi Firly juga tidak jelek, Kak!.Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan? Rafli juga pintar!.Tidak sepintarmu, Winda. Firly juga sukses, pekerjaannya lumayan.

Hanya lumayan, Winda. Bukan sukses. Tidak sepertimu. Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Firly. Lagi-lagi percuma.

“Lihat hidupmu, Winda. Lalu lihat Firly! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu.”

Teganya kakak-kakak Winda mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Winda dan Firly sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Firly bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Winda lebih dari cukup untuk hidup senang.

“Tak apa,” kata lelaki itu, ketika Winda memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.
“Gaji Winda cukup, maksud Winda jika digabungkan dengan gaji Abang.”
Winda tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.
“Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?”

Lalu dia mengelus pipi Winda dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Winda cerah. Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Winda.

Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting. Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Winda di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Winda besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Winda memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!
Bisik-bisik masih terdengar, setiap Winda dan Firly melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Winda, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya!.Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Winda belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari. Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Winda masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Winda mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Firly melukai hati Winda, atau membuat Winda menangis.

Bayi yang dikandung Winda tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.

“Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Winda. Harus segera dikeluarkan!”.Mula-mula dokter kandungan langganan Winda memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Winda. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Firly tidak beranjak dari sisi tempat tidur Winda di rumah sakit.

Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Winda belum satu pun yang datang Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Winda tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Winda per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. “Baru pembukaan satu.”.”Belum ada perubahan, Bu.”

“Sudah bertambah sedikit,” kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.”Sekarang pembukaan satu lebih sedikit.”
Winda dan Firly berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Winda baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah,didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. “Masih pembukaan dua, Pak!”

Firly tercengang. Cemas. Winda tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah.Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

“Bang?”.Firly termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. “Dokter?” .”Kita operasi, Win. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.”
Mungkin?.Firly dan Winda berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu?. Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Winda berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Firly tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Winda digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Winda merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun.
Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Firly bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Firly dan keluarga Winda mendekat.
“Pendarahan yang cukup besar.”.Firly membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!

Bayi mereka selamat, tapi Winda dalam kondisi kritis. Mama Winda yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Winda menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. Firly seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Winda.


Sudah seminggu lebih Winda koma. Selama itu Firly bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Winda dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya.

Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang. Mama, Papa, dan ketiga saudara Winda terkadang ikut menunggui Winda di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Winda dengan Firly.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Firly bekerja mengerti dan memberikan izin penuh.

Toh, dedikasi Firly terhadap kantor tidak perlu diragukan. Begitulah Firly menjaga Winda siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Winda yang terbaring di ruang ICU.

Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

Firly percaya meskipun tidak mendengar, Winda bisa merasakan kehadirannya.
“Winda, bangun, Cinta?”

Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Firly masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Winda sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Winda ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan.

Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, “Winda, bangun, Cinta?”

Malam-malam penantian dilewatkan Firly dalam sujud dan permohonan. Asalkan Winda sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Winda, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Firly.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Winda. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Firly tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. Ia ingin melihat Winda lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Winda sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Firly terjawab. Winda sadar dan wajah penat Firly adalah yang pertama ditangkap matanya.

Seakan telah begitu lama. Firly menangis, menggenggam tangan Winda dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan air mata yang jatuh. Asalkan Winda sadar, semua tak penting lagi.

Winda membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa.

Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Winda selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Winda, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Winda ke teras, melihat senja datang sambil memangku Winda seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Firly mendandani Winda agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Winda selalu merasa cantik. Meski seringkali Winda mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Firly dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Winda, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Firly.

Setiap hari Minggu Firly mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar.
Selama itu pula dia selalu menyertakan Winda. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Winda harus ikut.

Anak-anak, seperti juga Firly, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Winda. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Winda sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Firly yang berkeringat mendorong kursi roda Winda ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Winda menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Winda tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

“Baik banget suaminya!”
“Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!”
“Winda beruntung!”
“Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya.”
“Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!”
Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama.
Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Winda makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Winda menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Winda menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan. Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Winda menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Winda.


--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAFKAN ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ whitecyber staff
~ lumajangcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, ucrit_penyu, wendys182, cybermuttaqin
~ k3nz0, thomas_ipt2007, blackpaper, nakuragen, candra
~ whitehat, wenkhairu, Agoes_doubleb, diki, lumajangcrew a.k.a adwisatya a.k.a xyberbreaker, wahyu_antijasakom
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
~ All members of whitecyber
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom, #whitecyber

[Read More...]

Monday, October 12, 2009

Ketika derita mengabadikan cinta

Cerita yang udah lama, tapi tetep mengharukan buat di baca (cerita nya mirip banget ma perjalanan hidup Shamus)...
ya wis, Shamus posting aja disini... :P
silahkan dinikmati...

Begin :

"Kini tiba saatnya kita semua mendengarkan nasihat pernikahan untuk kedua mempelai yang akan disampaikan oleh yang terhormat Prof. Dr. Mamduh Hasan Al-Ganzouri . Beliau adalah Ketua Ikatan Dokter Kairo dan Dikrektur Rumah Sakit Qashrul Aini, seorang pakar syaraf terkemuka di Timur Tengah, yang tak lain adalah juga dosen kedua mempelai. Kepada Professor dipersilahkan. .."

Suara pembawa acara walimatul urs itu menggema di seluruh ruangan resepsi pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi sungai Nil, Kairo.

Seluruh hadirin menanti dengan penasaran, apa kiranya yang akan disampaikan pakar syaraf jebolan London itu. Hati mereka menanti-nanti mungkin akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesehatan syaraf dari professor yang murah senyum dan sering nongol di televisi itu.

Sejurus kemudian, seorang laki-laki separuh baya berambut putih melangkah menuju podium. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan wibawa. Kepalanya yang sedikit botak, meyakinkan bahwa ia memang seorang ilmuan berbobot. Sorot matanya yang tajam dan kuat, mengisyaratkan pribadi yang tegas. Begitu sampai di podium, kamera video dan lampu sorot langsung shoot ke arahnya. Sesaat sebelum bicara, seperti biasa, ia sentuh gagang kacamatanya, lalu...

Bismillah, alhamdulillah, washalatu was salamu'ala Rasulillah, amma ba'du. Sebelumnya saya mohon ma'af , saya tidak bisa memberi nasihat lazimnya para ulama, para mubhaligh dan para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini perkenankan saya bercerita...

Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan fiktif belaka dan bukan cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tak ternilai harganya, yang telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai berdua dan hadirin sekalian yang dimuliakan Allah bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang dikandungnya. Ambilah mutiaranya dan buanglah lumpurnya.

Saya berharap kisah nyata saya ini bisa melunakkan hati yang keras, melukiskan nuansa-nuansa cinta dalam kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap hati yang menangkapnya.

Tiga puluh tahun yang lalu ...
Saya adalah seorang pemuda, hidup di tengah keluarga bangsawan menengah ke atas. Ayah saya seorang perwira tinggi, keturunan "Pasha" yang terhormat di negeri ini. Ibu saya tak kalah terhormatnya, seorang lady dari keluarga aristokrat terkemuka di Ma'adi, ia berpendidikan tinggi, ekonom jebolan Sorbonne yang memegang jabatan penting dan sangat dihormati kalangan elit politik di negeri ini.

Saya anak sulung, adik saya dua, lelaki dan perempuan. Kami hidup dalam suasana aristokrat dengan tatanan hidup tersendiri. Perjalanan hidup sepenuhnya diatur dengan undang-undang dan norma aristokrat. Keluarga besar kami hanya mengenal pergaulan dengan kalangan aristokrat atau kalangan high class yang sepadan!

Entah kenapa saya merasa tidak puas dengan cara hidup seperti ini. Saya merasa terkukung dan terbelenggu dengan strata sosial yang didewa-dewakan keluarga. Saya tidak merasakan benar hidup yang saya cari. Saya lebih merasa hidup justru saat bergaul dengan teman-teman dari kalangan bawah yang menghadapi hidup dengan penuh rintangan dan perjuangan. Hal ini ternyata membuat gusar keluarga saya, mereka menganggap saya ceroboh dan tidak bisa menjaga status sosial keluarga. Pergaulan saya dengan orang yang selalu basah keringat dalam mencari pengganjal perut dianggap memalukan keluarga. Namun saya tidak peduli.

Karena ayah memperoleh warisan yang sangat besar dari kakek, dan ibu mampu mengembangkannya dengan berlipat ganda, maka kami hidup mewah dengan selera tinggi. Jika musim panas tiba, kami biasa berlibur ke luar negri, ke Paris, Roma, Sydney atau kota besar dunia lainnya. Jika berlibur di dalam negeri ke Alexandria misalnya, maka pilihan keluarga kami adalah hotel San Stefano atau hotel mewah di Montaza yang berdekatan dengan istana Raja Faruq.

Begitu masuk fakultas kedokteran, saya dibelikan mobil mewah. Berkali-kali saya minta pada ayah untuk menggantikannya dengan mobil biasa saja, agar lebih enak bergaul dengan teman-teman dan para dosen. Tetapi beliau menolak mentah-mentah.

"Justru dengan mobil mewah itu kamu akan dihormati siapa saja" tegas ayah.

Terpaksa saya pakai mobil itu meskipun dalam hati saya membantah habis-habisan pendapat materialis ayah. Dan agar lebih nyaman di hati, saya parkir mobil itu agak jauh dari tempat kuliah.

Ketika itu saya jatuh cinta pada teman kuliah. Seorang gadis yang penuh pesona lahir batin. Saya tertarik dengan kesederhanaan, kesahajaan, dan kemuliaan ahlaknya. Dari keteduhan wajahnya saya menangkap dalam relung hatinya tersimpan kesetiaan dan kelembutan tiada tara. Kecantikan dan kecerdasannya sangat menajubkan. Ia gadis yang beradab dan berprestasi, sama seperti saya.

Gayung pun bersambut. Dia ternyata juga mencintai saya. Saya merasa telah menemukan pasangan hidup yang tepat. Kami berjanji untuk menempatkan cinta ini dalam ikatan suci yang diridhai Allah, yaitu ikatan pernikahan. Akhirnya kami berdua lulus dengan nilai tertinggi di fakultas. Maka datanglah saat untuk mewujudkan impian kami berdua menjadi kenyataan. Kami ingin memadu cinta penuh bahagia di jalan yang lurus.

Saya buka keinginan saya untuk melamar dan menikahi gadis pujaan hati pada keluarga. Saya ajak dia berkunjung ke rumah. Ayah, ibu, dan saudara-saudara saya semuanya takjub dengan kecantikan, kelembutan, dan kecerdasannya. Ibu saya memuji cita rasanya dalam memilih warna pakaian serta tutur bahasanya yang halus.
Usai kunjungan itu, ayah bertanya tentang pekerjaan ayahnya. Begitu saya beritahu, serta merta meledaklah badai kemarahan ayah dan membanting gelas yang ada di dekatnya. Bahkan beliau mengultimatum: Pernikahan ini tidak boleh terjadi selamanya!

Beliau menegaskan bahwa selama beliau masih hidup rencana pernikahan dengan gadis berakhlak mulia itu tidak boleh terjadi. Pembuluh otak saya nyaris pecah pada saat itu menahan remuk redam kepedihan batin yang tak terkira.

Hadirin semua, apakah anda tahu sebabnya? Kenapa ayah saya berlaku sedemikian sadis? Sebabnya, karena ayah calon istri saya itu tukang cukur....tukang cukur, ya... sekali lagi tukang cukur! Saya katakan dengan bangga. Karena, meski hanya tukang cukur, dia seorang lelaki sejati. Seorang pekerja keras yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik kepada keluarganya. Dia telah mengukir satu prestasi yang tak banyak dilakukan para bangsawan "Pasha". Lewat tangannya ia lahirkan tiga dokter, seorang insinyur dan seorang letnan, meskipun dia sama sekali tidak mengecap bangku pendidikan.

Ibu, saudara dan semua keluarga berpihak kepada ayah. Saya berdiri sendiri, tidak ada yang membela. Pada saat yang sama adik saya membawa pacarnya yang telah hamil 2 bulan ke rumah. Minta direstui. Ayah ibu langsung merestui dan menyiapkan biaya pesta pernikahannya sebesar 500 ribu ponds. Saya protes kepada mereka, kenapa ada perlakuan tidak adil seperti ini? Kenapa saya yang ingin bercinta di jalan yang lurus tidak direstui, sedangkan adik saya yang jelas-jelas telah berzina, bergonta-ganti pacar dan akhirnya menghamili pacarnya yang entah yang ke berapa di luar akad nikah malah direstui dan diberi fasilitas maha besar? Dengan enteng ayah menjawab. "Karena kamu memilih pasangan hidup dari strata yang salah dan akan menurunkan martabat keluarga, sedangkan pacar adik kamu yang hamil itu anak menteri, dia akan menaikkan martabat keluarga besar Al Ganzouri."

Hadirin semua, semakin perih luka dalam hati saya. Kalau dia bukan ayah saya, tentu sudah saya maki habis-habisan. Mungkin itulah tanda kiamat sudah dekat, yang ingin hidup bersih dengan menikah dihalangi, namun yang jelas berzina justru difasilitasi.

Dengan menyebut asma Allah, saya putuskan untuk membela cinta dan hidup saya. Saya ingin buktikan pada siapa saja, bahwa cara dan pasangan bercinta pilihan saya adalah benar. Saya tidak ingin apa-apa selain menikah dan hidup baik-baik sesuai dengan tuntunan suci yang saya yakini kebenarannya. Itu saja.

Saya bawa kaki ini melangkah ke rumah kasih dan saya temui ayahnya. Dengan penuh kejujuran saya jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dengan harapan beliau berlaku bijak merestui rencana saya. Namun, la haula wala quwwata illa billah, saya dikejutkan oleh sikap beliau setelah mengetahui penolakan keluarga saya. Beliaupun menolak mentah-mentah untuk mengawinkan putrinya dengan saya. Ternyata beliau menjawabnya dengan reaksi lebih keras, beliau tidak menganggapnya sebagai anak jika tetap nekad menikah dengan saya.

Kami berdua bingung, jiwa kami tersiksa. Keluarga saya menolak pernikahan ini terjadi karena alasan status sosial , sedangkan keluarga dia menolak karena alasan membela kehormatan.

Berhari-hari saya dan dia hidup berlinang air mata, beratap dan bertanya kenapa orang-orang itu tidak memiliki kesejukan cinta?

Setelah berpikir panjang, akhirnya saya putuskan untuk mengakhiri penderitaan ini. Suatu hari saya ajak gadis yang saya cintai itu ke kantor ma'dzun syari (petugas pencatat nikah) disertai 3 orang sahabat karibku. Kami berikan identitas kami dan kami minta ma'dzun untuk melaksanakan akad nikah kami secara syari'ah mengikuti mahzab imam Hanafi.
Ketika Ma'dzun menuntun saya, "Mamduh, ucapkanlah kalimat ini: Saya terima nikah kamu sesuai dengan sunatullah wa rasulih dan dengan mahar yang kita sepakati bersama serta dengan memakai mahzab Imam Abu Hanifah."

Seketika itu bercucuranlah air mata saya, air mata dia dan air mata 3 sahabat saya yang tahu persis detail perjalanan menuju akad nikah itu. Kami keluar dari kantor itu resmi menjadi suami-isteri yang sah di mata Allah SWT dan manusia. Saya bisikkan ke istri saya agar menyiapkan kesabaran lebih, sebab rasanya penderitaan ini belum berakhir.
Seperti yang saya duga, penderitaan itu belum berakhir, akad nikah kami membuat murka keluarga. Prahara kehidupan menanti di depan mata. Begitu mencium pernikahan kami, saya diusir oleh ayah dari rumah. Mobil dan segala fasilitas yang ada disita. Saya pergi dari rumah tanpa membawa apa-apa. Kecuali tas kumal berisi beberapa potong pakaian dan uang sebanyak 4 pound saja! Itulah sisa uang yang saya miliki sehabis membayar ongkos akad nikah di kantor ma'dzun.

Begitu pula dengan istriku, ia pun diusir oleh keluarganya. Lebih tragis lagi ia hanya membawa tas kecil berisi pakaian dan uang sebanyak 2 pound, tak lebih! Total kami hanya pegang uang 6 pound atau 2 dolar!!!
Ah, apa yang bisa kami lakukan dengan uang 6 pound? Kami berdua bertemu di jalan layaknya gelandangan. Saat itu adalah bulan Februari, tepat pada puncak musim dingin. Kami menggigil, rasa cemas, takut, sedih dan sengsara campur aduk menjadi satu. Hanya saja saat mata kami yang berkaca-kaca bertatapan penuh cinta dan jiwa menyatu dalam dekapan kasih sayang , rasa berdaya dan hidup menjalari sukma kami.

"Habibi, maafkan kanda yang membawamu ke jurang kesengsaraan seperti ini. Maafkan Kanda!"

"Tidak... Kanda tidak salah, langkah yang kanda tempuh benar. Kita telah berpikir benar dan bercinta dengan benar. Merekalah yang tidak bisa menghargai kebenaran. Mereka masih diselimuti cara berpikir anak kecil. Suatu ketika mereka akan tahu bahwa kita benar dan tindakan mereka salah. Saya tidak menyesal dengan langkah yang kita tempuh ini.
Percayalah, insya Allah, saya akan setia mendampingi kanda, selama kanda tetap setia membawa dinda ke jalan yang lurus. Kita akan buktikan kepada mereka bahwa kita bisa hidup dan jaya dengan keyakinan cinta kita. Suatu ketika saat kita gapai kejayaan itu kita ulurkan tangan kita dan kita berikan senyum kita pada mereka dan mereka akan menangis haru.
Air mata mereka akan mengalir deras seperti derasnya air mata derita kita saat ini," jawab isteri saya dengan terisak dalam pelukan.

Kata-katanya memberikan sugesti luar biasa pada diri saya. Lahirlah rasa optimisme untuk hidup. Rasa takut dan cemas itu sirna seketika. Apalagi teringat bahwa satu bulan lagi kami akan diangkat menjadi dokter. Dan sebagai lulusan terbaik masing-masing dari kami akan menerima penghargaan dan uang sebanyak 40 pound.

Malam semakin melarut dan hawa dingin semakin menggigit. Kami duduk di emperan toko berdua sebagai gembel yang tidak punya apa-apa. Dalam kebekuan, otak kami terus berputar mencari jalan keluar. Tidak mungkin kami tidur di emperan toko itu. Jalan keluar pun datang juga. Dengan sisa uang 6 pound itu kami masih bisa meminjam sebuah toko selama 24 jam.

Saya berhasil menghubungi seorang teman yang memberi pinjaman sebanyak 50 pound. Ia bahkan mengantarkan kami mencarikan losmen ala kadarnya yang murah.

Saat kami berteduh dalam kamar sederhana, segera kami disadarkan kembali bahwa kami berada di lembah kehidupan yang susah, kami harus mengarunginya berdua dan tidak ada yang menolong kecuali cinta, kasih sayang dan perjuangan keras kami berdua serta rahmat Allah SWT.

Kami hidup dalam losmen itu beberapa hari, sampai teman kami berhasil menemukan rumah kontrakan sederhana di daerah kumuh Syubra Khaimah. Bagi kaum aristokrat, rumah kontrakan kami mungkin dipandang sepantasnya adalah untuk kandang binatang kesayangan mereka. Bahkan rumah binatang kesayangan mereka mungkin lebih bagus dari rumah kontrakan kami.

Namun bagi kami adalah hadiah dari langit. Apapun bentuk rumah itu, jika seorang gelandangan tanpa rumah menemukan tempat berteduh ia bagai mendapat hadiah agung dari langit. Kebetulan yang punya rumah sedang membutuhkan uang, sehingga dia menerima akad sewa tanpa uang jaminan dan uang administrasi lainnya. Jadi sewanya tak lebih dari 25 pound saja untuk 3 bulan.

Betapa bahagianya kami saat itu, segera kami pindah kesana. Lalu kami pergi membeli perkakas rumah untuk pertama kalinya. Tak lebih dari sebuah kasur kasar dari kapas, dua bantal, satu meja kayu kecil, dua kursi dan satu kompor gas sederhana sekali, kipas dan dua cangkir dari tanah, itu saja... tak lebih.

Dalam hidup bersahaja dan belum dikatakan layak itu, kami merasa tetap bahagia, karena kami selalu bersama. Adakah di dunia ini kebahagiaan melebihi pertemuan dua orang yang diikat kuatnya cinta? Hidup bahagia adalah hidup dengan gairah cinta. Dan kenapakah orang-orang di dunia merindukan surga di akhirat? Karena di surga Allah menjanjikan cinta.

Ah, saya jadi teringat perkataan Ibnu Qayyim, bahwa nikmatnya persetubuhan cinta yang dirasa sepasang suami-isteri di dunia adalah untuk memberikan gambaran setetes nikmat yang disediakan oleh Allah di surga. Jika percintaan suami-isteri itu nikmat, maka surga jauh lebih nikmat dari semua itu. Nikmat cinta di surga tidak bisa dibayangkan. Yang paling nikmat adalah cinta yang diberikan oleh Allah kepada penghuni surga , saat Allah memperlihatkan wajah-Nya. Dan tidak semua penghuni surga berhak menikmati indahnya wajah Allah SWT.

Untuk nikmat cinta itu, Allah menurunkan petunjuknya yaitu Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Yang konsisten mengikuti petunjuk Allah-lah yang berhak memperoleh segala cinta di surga.
Melalui penghayatan cinta ini, kami menemukan jalan-jalan lurus mendekatkan diri kepada-Nya.

Istri saya jadi rajin membaca Al-Qur'an, lalu memakai jilbab, dan tiada putus shalat malam. Di awal malam ia menjelma menjadi Rabi'ah Adawiyah yang larut dalam samudra munajat kepada Tuhan. Pada waktu siang ia adalah dokter yang penuh pengabdian dan belas kasihan. Ia memang wanita yang berkarakter dan berkepribadian kuat, ia bertekad untuk hidup berdua tanpa bantuan siapapun, kecuali Allah SWT. Dia juga seorang wanita yang pandai mengatur keuangan. Uang sewa sebanyak 25 poud yang tersisa setelah membayar sewa rumah cukup untuk makan dan transportasi selama sebulan.

Tetanggga-tetangga kami yang sederhana sangat mencintai kami, dan kamipun mencintai mereka. Mereka merasa kasihan melihat kemelaratan dan derita hidup kami, padahal kami berdua adalah dokter. Sampai-sampai ada yang bilang tanpa disengaja,"Ah, kami kira para dokter itu pasti kaya semua, ternyata ada juga yang melarat sengsara seperti Mamduh dan isterinya."

Akrabnya pergaulan kami dengan para tetangga banyak mengurangi nestapa kami. Beberapa kali tetangga kami menawarkan bantuan-bantuan kecil layaknya saudara sendiri. Ada yang menawarkan kepada isteri agar menitipkan saja cuciannya pada mesin cuci mereka karena kami memang dokter yang sibuk. Ada yang membelikan kebutuhan dokter. Ada yang membantu membersihkan rumah. Saya sangat terkesan dengan pertolongan- pertolongan mereka.

Kehangatan tetangga itu seolah-olah pengganti kasarnya perlakuan yang kami terima dari keluarga kami sendiri. Keluarga kami bahkan tidak terpanggil sama sekali untuk mencari dan mengunjungi kami. Yang lebih menyakitkan mereka tidak membiarkan kami hidup tenang.

Suatu malam, ketika kami sedang tidur pulas, tiba-tiba rumah kami digedor dan didobrak oleh 4 bajingan kiriman ayah saya. Mereka merusak segala perkakas yang ada. Meja kayu satu-satunya, mereka patah-patahkan, begitu juga dengan kursi. Kasur tempat kami tidur satu-satunya mereka robek-robek. Mereka mengancam dan memaki kami dengan kata-kata kasar. Lalu mereka keluar dengan ancaman, "Kalian tak akan hidup tenang, karena berani menentang Tuan Pasha."

Yang mereka maksudkan dengan Tuan "Pasha" adalah ayah saya yang kala itu pangkatnya naik menjadi jendral. Ke-empat bajingan itu pergi. Kami berdua berpelukan, menangis bareng berbagi nestapa dan membangun kekuatan. Lalu kami tata kembali rumah yang hancur. Kami kumpulkan lagi kapas-kapas yang berserakan, kami masukan lagi ke dalam kasur dan kami jahit kasur yang sobek-sobek tak karuan itu. Kami tata lagi buku-buku yang berantakan. Meja dan kursi yang rusak itu berusaha kami perbaiki. Lalu kami tertidur kecapaian dengan tangan erat bergenggaman, seolah eratnya genggaman inilah sumber rasa aman dan kebahagiaan yang meringankan intimidasi hidup ini.

Benar, firasat saya mengatakan ayah tidak akan membiarkan kami hidup tenang. Saya mendapat kabar dari seorang teman bahwa ayah telah merancang skenario keji untuk memenjarakan isteri saya dengan tuduhan wanita tuna susila. Semua orang juga tahu kuatnya intelijen militer di negeri ini. Mereka berhak melaksanakan apa saja dan undang-undang berada di telapak kaki mereka. Saya hanya bisa pasrah total kepada Allah mendengar hal itu.

Dan Masya Allah! Ayah telah merancang skenario itu dan tidak mengurungkan niat jahatnya itu, kecuali setelah seorang teman karibku berhasil memperdaya beliau dengan bersumpah akan berhasil membujuk saya agar menceraikan isteri saya. Dan meminta ayah untuk bersabar dan tidak menjalankan skenario itu , sebab kalau itu terjadi pasti pemberontakan saya akan menjadi lebih keras dan bisa berbuat lebih nekad.

Tugas temanku itu adalah mengunjungi ayahku setiap pekan sambil meminta beliau sabar, sampai berhasil meyakinkan saya untuk mencerai isteriku. Inilah skenario temanku itu untuk terus mengulur waktu, sampai ayah turun marahnya dan melupakan rencana kejamnya. Sementara saya bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang.
Beberapa bulan setelah itu datanglah saat wajib militer. Selama satu tahun penuh saya menjalani wajib militer. Inilah masa yang saya takutkan, tidak ada pemasukan sama sekali yang saya terima kecuali 6 pound setiap bulan. Dan saya mesti berpisah dengan belahan jiwa yang sangat saya cintai. Nyaris selama 1 tahun saya tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatan isteri tercinta.

Tetapi Allah tidak melupakan kami, Dialah yang menjaga keselamatan hamba-hamba- Nya yang beriman. Isteri saya hidup selamat bahkan dia mendapatkan kesempatan magang di sebuah klinik kesehatan dekat rumah kami. Jadi selama satu tahun ini, dia hidup berkecukupan dengan rahmat Allah SWT.

Selesai wajib militer, saya langsung menumpahkan segenap rasa rindu kepada kekasih hati. Saat itu adalah musim semi. Musim cinta dan keindahan. Malam itu saya tatap matanya yang indah, wajahnya yang putih bersih. Ia tersenyum manis. Saya reguk segala cintanya. Saya teringat puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia & lepas dari belenggu derita:

Sambil menatap kaki langit
Kukatakan kepadanya
Di sana... di atas lautan pasir kita akan berbaring
Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba
Bukan karna ketiadaan kata-kata
Tapi karena kupu-kupu kelelahan
Akan tidur di atas bibir kita
Besok, oh cintaku... besok
Kita akan bangun pagi sekali
Dengan para pelaut dan perahu layar mereka
Dan akan terbang bersama angin
Seperti burung-burung

Yah... saya pun memimpikan demikian. Ingin rasanya istirahat dari nestapa dan derita. Saya utarakan mimpi itu kepada istri tercinta. Namun dia ternyata punya pandangan lain. Dia malah bersih keras untuk masuk program Magister bersama!

"Gila... ide gila!!!" pikirku saat itu. Bagaimana tidak...ini adalah saat paling tepat untuk pergi meninggalkan Mesir dan mencari pekerjaan sebagai dokter di negara Teluk, demi menjauhi permusuhan keluarga yang tidak berperasaan. Tetapi istri saya tetap bersikukuh untuk meraih gelar Magister dan menjawab logika yang saya tolak.

"Kita berdua paling berprestasi dalam angkatan kita dan mendapat tawaran dari Fakultas sehingga akan mendapatkan keringanan biaya, kita harus sabar sebentar menahan derita untuk meraih keabadian cinta dalam kebahagiaan. Kita sudah kepalang basah menderita, kenapa tidak sekalian kita rengguk sum-sum penderitaan ini. Kita sempurnakan prestasi akademis kita, dan kita wujudkan mimpi indah kita."

Ia begitu tegas. Matanya yang indah tidak membiaskan keraguan atau ketakutan sama sekali. Berhadapan dengan tekad baja istriku, hatiku pun luluh. Kupenuhi ajakannya dengan perasaan takjub akan kesabaran dan kekuatan jiwanya.

Jadilah kami berdua masuk Program Magister. Dan mulailah kami memasuki hidup baru yang lebih menderita. Pemasukan pas-pasan, sementara kebutuhan kuliah luar biasa banyaknya, dana untuk praktek, buku, dll. Nyaris kami hidup laksana kaum Sufi, makan hanya dengan roti dan air. Hari-hari yang kami lalui lebih berat dari hari-hari awal pernikahan kami. Malam hari kami lalui bersama dengan perut kosong, teman setia kami adalah air keran.

Masih terekam dalam memori saya, bagaimana kami belajar bersama dalam suatu malam sampai didera rasa lapar yang tak terperikan, kami obati dengan air. Yang terjadi malah kami muntah-muntah. Terpaksa uang untuk beli buku kami ambil untuk pengganjal perut.

Siang hari, jangan tanya... kami terpaksa puasa. Dari keterpaksaan itu, terjelmalah kebiasaan dan keikhlasan.
Meski demikian melaratnya, kami merasa bahagia. Kami tidak pernah menyesal atau mengeluh sedikitpun. Tidak pernah saya melihat istri saya mengeluh, menagis dan sedih ataupun marah karena suatu sebab. Kalaupun dia menangis, itu bukan karena menyesali nasibnya, tetapi dia malah lebih kasihan kepada saya. Dia kasihan melihat keadaan saya yang asalnya terbiasa hidup mewah, tiba-tiba harus hidup sengsara layaknya gelandangan.

Sebaliknya, sayapun merasa kasihan melihat keadaannya, dia yang asalnya hidup nyaman dengan keluarganya, harus hidup menderita di rumah kontrakan yang kumuh dan makan ala kadarnya.

Timbal balik perasaan ini ternya menciptakan suasana mawaddah yang luar biasa kuatnya dalam diri kami. Saya tidak bisa lagi melukiskan rasa sayang, hormat, dan cinta yang mendalam padanya.

Setiap kali saya angkat kepala dari buku, yang tampak di depan saya adalah wajah istri saya yang lagi serius belajar. Kutatap wajahnya dalam-dalam. Saya kagum pada bidadari saya ini. Merasa diperhatikan, dia akan mengangkat pandangannya dari buku dan menatap saya penuh cinta dengan senyumnya yang khas. Jika sudah demikian, penderitaan terlupakan semua. Rasanya kamilah orang yang paling berbahagia di dunia ini.

"Allah menyertai orang-orang yang sabar, sayang..." bisiknya mesra sambil tersenyum.
Lalu kami teruskan belajar dengan semangat membara.
Allah Maha Penyayang, usaha kami tidak sia-sia. Kami berdua meraih gelar Magister dengan waktu tercepat di Mesir. Hanya 2 tahun saja! Namun, kami belum keluar dari derita. Setelah meraih gelar Magister pun kami masih hidup susah, tidur di atas kasur tipis dan tidak ada istilah makan enak dalam hidup kami.
Sampai akhirnya rahmat Allah datang juga. Setelah usaha keras, kami berhasil meneken kontrak kerja di sebuah rumah sakit di Kuwait. Dan untuk pertama kalinya, setelah 5 tahun berselimut derita dan duka, kami mengenal hidup layak dan tenang. Kami hidup di rumah yang mewah, merasakan kembali tidur di kasur empuk dan kembali mengenal masakan lezat.

Dua tahun setelah itu, kami dapat membeli villa berlantai dua di Heliopolis, Kairo. Sebenarnya, saya rindu untuk kembali ke Mesir setelah memiliki rumah yang layak. Tetapi istriku memang 'edan'. Ia kembali mengeluarkan ide gila, yaitu ide untuk melanjutkan program Doktor Spesialis di London, juga dengan logika yang sulit saya tolak.

"Kita dokter yang berprestasi. Hari-hari penuh derita telah kita lalui, dan kita kini memiliki uang yang cukup untuk mengambil gelar Doktor di London. Setelah bertahun-tahun hidup di lorong kumuh, tak ada salahnya kita raih sekalian jenjang akademis tertinggi sambil merasakan hidup di negara maju. Apalagi pihak rumah sakit telah menyediakan dana tambahan."

Kucium kening istriku, dan bismillah... kami berangkat ke London. Singkatnya, dengan rahmat Allah, kami berdua berhasil menggondol gelar Doktor dari London. Saya spesialis syaraf dan istri saya spesialis jantung.
Setelah memperoleh gelar doktor spesialis, kami meneken kontrak kerja baru di Kuwait dengan gaji luar biasa besarnya. Bahkan saya diangkat sebagai direktur rumah sakit, dan istri saya sebagai wakilnya! Kami juga mengajar di Universitas.
Kami pun dikaruniai seorang putri yang cantik dan cerdas. Saya namai dia dengan nama istri terkasih, belahan jiwa yang menemaniku dalam suka dan duka, yang tiada henti mengilhamkan kebajikan.

Lima tahun setelah itu, kami pindah kembali ke Kairo setelah sebelumnya menunaikan ibadah haji di Tanah Haram. Kami kembali laksana raja dan permaisurinya yang pulang dari lawatan keliling dunia. Kini kami hidup bahagia, penuh cinta dan kedamaian setelah lebih dari 9 tahun hidup menderita, melarat dan sengsara.
Mengenang masa lalu, maka bertambahlah rasa syukur kami kepada Allah swt dan bertambahlan rasa cinta kami.

Ini kisah nyata yang saya sampaikan sebagai nasehat hidup. Jika hadirin sekalian ingin tahu istri saleha yang saya cintai dan mencurahkan cintanya dengan tulus, tanpa pernah surut sejak pertemuan pertama sampai saat ini, di kala suka dan duka, maka lihatlah wanita berjilbab biru yang menunduk di barisan depan kaum ibu, tepat di sebelah kiri artis berjilbab Huda Sulthan. Dialah istri saya tercinta yang mengajarkan bahwa penderitaan bisa mengekalkan cinta. Dialah Prof Dr Shiddiqa binti Abdul Aziz..."

Tepuk tangan bergemuruh mengiringi gerak kamera video menyorot sosok perempuan separoh baya yang tampak anggun dengan jilbab biru. Perempuan itu tengah mengusap kucuran air matanya. Kamera juga merekam mata Huda Sulthan yang berkaca-kaca, lelehan air mata haru kedua mempelai, dan segenap hadirin yang menghayati cerita ini dengan seksama.



--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
K-159
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU
2. Dewi S.
3. W. Devi Amelia
4. S. Anna

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ unix_dbuger, boys_rvn1609, jaqk, byz9991, bius, g4pt3k, anharku, wandi, 5yn_4ck, kiddies, bom2
~ arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, black_samuraixxx, cybermuttaqin, ucrit_penyu, wendys182
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
~ All members of Anti-Jasakom
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding, #jatimcrew, #antijasakom

[Read More...]

Sunday, July 5, 2009

Sebelum kita mengeluh

1.Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
pikirkan tentang seseorang yang tidakdapat berbicara sama sekali.

2.Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak
punya apapun untuk dimakan.

3.Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di
jalanan.

4.Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada
tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5.Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon
kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6.Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu
cepat.

7.Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin
mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8.Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan
tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

9.Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang
menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10.Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,
orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11.Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.



--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
y3dips
K-159
bius
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)

MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ jatimcrew staff
~ boys_rvn1609, arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, jaqk
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding

[Read More...]

Tuesday, June 2, 2009

Ayah, maafkan Dita

Sepasang suami istri (seperti pasangan lain di kota2 besar meninggalkan anak2 diasuh pembantu rumah tangga sewaktu bekerja).
Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Ia sendirian di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya...karena mobil itu berwarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikuti imajinasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini!!!..."

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga terkejut. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan, "Saya tidak tahu..tuan." "Kamu di rumah sepanjang hari, apa saja yang kamu lakukan?" hardik si istri.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yang membuat gambar itu ayahhh..cantik kan..!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.
Si ayah yang sudah kehilangan kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa menangis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya pada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab si pembantu ringkas. Kasih minum Panadol saja," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur, ia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik..Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.
Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sudah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap, dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan..." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut... "Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan lagi...

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata istrinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah..ibu..Dita tidak akan melakukannya lagi... Dita tidak mau lagi ayah pukul. Dita tidak mau jahat lagi...Dita sayang ayah...sayang ibu.", katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah...kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil? Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?.. Bagaimana caranya Dita mau bermain nanti?.. Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi." katanya berulang-ulang.
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata2 anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun apa yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah menjadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski ia sudah meminta maaf.

Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran batin sampai suatu saat sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan ia wafat diiringi tangis penyesalan yang tak bertepi.

Namun...si anak dengan segala keterbatasannya dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya...


note:

"Sering dalam hidup kita bertindak tanpa dipikirkan terlebih dahulu...dan tanpa kita sadari tindakan itu dapat membawa penyesalan seumur hidup kita...
So...berpikirlah dahulu sebelum bertindak!!!"



--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
y3dips
K-159
bius
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)

MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ boys_rvn1609, arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, jaqk
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
~ All members of jatimcrew
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding
[Read More...]

Monday, May 4, 2009

Olimpiade Istimewa

Beberapa tahun yang lalu, diadakan sebuah olimpiade khusus untuk orang-orang cacat di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu diadakan pertandingan lari jarak pendek 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap ditempat start masing-masing.

Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakan, mereka semua berlari sekuat tenaga meski tidak tepat berada di garis lintasannya masing-masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Kecuali seorang pelari. Seorang anak laki-laki yang tersandung dan jatuh berguling beberapa kali. Dan ia lalu menangis.

Delapan orang pelari yang lain mendengar tangisan anak itu, lalu mereka memperlambat lari merka dan menoleh kebelakang. Mereka semua berbalik dan malah berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh ditanah itu.

Semuanya, tanpa terkecuali.

Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman kepadanya dan berkata, "Semoga ini membuatmu merasa lebih baik." Kemudian kesembilan pelari itu bergandenga tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.

Seluruh penonton yang ada di stadion berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada disana saat itu masih saja tak bosan-bosannya memberikan salut tepuk tangan atas kejadian itu.

Tahukah anda mengapa? Karena didalam diri kita masing-masing tahu, bahwa didalam hidup ini tak ada yang lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua.

--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
y3dips
K-159
bius
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)

MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ boys_rvn1609, arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, jaqk
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding
[Read More...]

"Renungan Arti Kesempurnaan..."

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia"
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya
mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya.
Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.
"Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.


--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
y3dips
K-159
bius
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)

MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ boys_rvn1609, arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, jaqk
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding
[Read More...]

Sunday, April 12, 2009

Paradoks Waktu

Paradoksnya waktu kita didalam sejarah ialah:

Kita memiliki gedung2makin tinggi tapi makin pendek kesabaran kita, jalan raya yang makin lebar, namun pandangan kita makin sempit.

Kita membelanjakan lebih, tapi terima lebih sedikit.
Kita lebih banyak membeli, tapi menikmati lebih sedikit.

Rumah2 kita makin besar dan keluarga makin kecil,
jauh lebih banyak kemudahan2, tapi makin sedikit waktu tersisa.

Kita punya makin banyak gelar tapi lebih sedikit akal,
lebih banyak ilmu dan pengetahuan, tapi lebih sediki keadilan,
lebih banyak pakar, namun lebih banyak pula masalah,
lebih banyak obat2an, tapi malahan tingkat kesehatan berkurang.

Kita minum [alkohol] terlalu banyak, merokok terlalu banyak, mengeluarkan uang tanpa perhitungan, tertawa terlalu sedikit, nyopir terlalu kencang, menjadi terlalu gusar, bergadang sampai malam sekali, bangun pagi sudah terlalu capai, kurang membaca, nonton TV kelewat banyak, dan jarang sekali berdoa.

Benar kita telah melipat-gandakan harta milik, tapi sekaligus mengurangi nilai martabat kita.
Kita terlalu banyak bicara, jarang mencintai, dan terlalu sering membenci.

Kita betul telah belajar bagaimana cara mencari nafkah,
tapi bukan membuat suatu kehidupan.

Kita menambah tahun2 ke usia hidup itu, bukan sebaliknya, kehidupan ke-tahun2itu.
Kita sudah mampu pergi bolak balik kebulan, tapi mengalami kesulitan menyeberangi jalan untuk menemui dan menyalami tetangga baru .

Ruang angkasa raya telah kita kuasai namun ruang hati kita belum.

Perkara2 besar telah kita kerjakan,
tapi bukan hal2 yang lebih baik.

Kita telah membersihkan udara,
tapi sebaliknya mencemari jiwa.

Kita telah bisa menguasai atom,
tapi tidak dan belum mampu mengekang praduga kita.

Kita menulis lebih banyak,
tapi belajar lebih sedikit.

Lebih banyak yang kita rencanakan,
tapi lebih sedikit yang dicapai.

Kita telah belajar serba ter-buru2, bukannya sabar menunggu.

Kita menciptakan lebih banyak komputer utk menyimpan lebih banyak informasi, untuk menghasilkan lebih banyak lagi tindasan, tapi sebaliknya kita makin lama makin sedikit berkomunikasi dengan sesama kita.

Masa kini zamannya segala makanan siap saji, fast foods, dan waktu cerna lambat, orang2 besar dengan watak kerdil, laba yang luar biasa dan hubungan relasi yang dangkal.

Hari hari ini harinya rumah2 yang serba "wahhh dan wuuihhh dan astaghaa", tapi keluarganya pecah, morat-marit.

Hari2 ini lumrah orang2 membuat perjalanan singkat cepat, zamannya popok pakai-langsung- buang,
moralitas yang ikut2an langsung-boleh- buang, pelayanan seks 'tuk semalam, berat badan yang berlebihan, dan obat2an, pil penyebab tawa sinting ria gembira, sampai diam bisu membatu,
dan yang mampu mengganas meliar membunuh.

Inipun zamannya dimana lebih banyak yang dipamerkan
sedangkan digudang malah kosong ........

Ini saatnya dimana teknologi mampu menghadirkan e-mail ini padamu, dan saatnya pula dimana kau bisa memilih untuk mengikuti dan membagikan renungan ini, atau langsung menghapusnya.

Ingatlah, pakailah sedikit waktu untuk kau nikmati bersama mereka yang anda kasihi, sebab mereka tidaklah akan selamanya ada.

Ingatlah, ucapkan kata yang ramah pada seseorang yang menengadah memandangimu penuh takjub, sebab si kecil itupun sebentar jua akan tumbuh dan meninggalkan sisimu.
Ingatlah, berilah sebuah pelukan hangat pada yang ada disampingmu, karena itulah satu2nya harta yang bisa kau berikan dengan sepenuh hatimu dan itupun tanpa kau harus bayar sepersenpun.

Ingat, ucapkan, "Aku cinta padamu" pada pasanganmu , tapi jangan hanya di bibir saja!
Sebuah kecupan dan pelukan akan mengobati luka hati apabila itu benar2 tulus dari kedalaman nuranimu.

Jangan lupa untuk berpegang tangan dan menikmati kebersamaan itu, karena suatu hari orang itu tidak akan ada lagi disampingmu.

Berilah waktu untuk mencintai, beri waktu untuk berbicara dan bagilah waktu juga untuk saling membagi pikiran-pikiran yang ada.



--------------------------------------

oO0::::: Greetz and Thanks: :::::0Oo.
Tuhan YME
My Parents
SPYRO_KiD
y3dips
K-159
bius
lirva32

And Also My LuvLy :
..::.E.Z.R (The deepest Love I'v ever had..).::..

in memorial :
1. Monique (terima kasih atas semua kenangan terindah yang pernah kau berikan)
MAAF ATAS SEMUA DOSA DAN SALAHKU

oO0:::A hearthy handshake to: :::0Oo
~ Crack SKY Staff
~ Echo staff
~ antijasakom staff
~ boys_rvn1609, arthemist, opt1lc, m_beben, gitulaw, luvrie, poniman_coy, ThePuzci, x-ace, newbie_z, petunia, jomblo.k, hourexs_paloer, cupucyber, kucinghitam, jaqk
~ All people in SMAN 3
~ All members of spyrozone
~ All members of echo
~ All members of newhack
#e-c-h-o, #K-elektronik, #newhack, #Solohackerlink, #YF, #defacer, #manadocoding
[Read More...]

Contact Person

Yahoo Messenger :





Donate to make this site alive :

Information


Shamus-2010

About Me

..SHAMUS.. menurut pendapat dari beberapa ahli terkemuka dunia, argumentasi, opini, simpangan dari fakta yang ada, dan menurut kata orang-orang yang agak ga jelas yang ada di sekitar kita serta cerita dari beberapa narasumber terpercaya.. (watduwh...apalagi ini) ...aq ini orangnya pendiam, baek hati, sabar, suka menolong, ramah dan rajin menabung...juga NGANGENIN... note : khusus kata terakhir jangan pernah di percaya, karena memang sulit untuk di percaya.. ( mode narsis : ON ) Halagh... Apa lagi ini...ngaco... Hehhehe... ga dink... padahal aq tu ga segitu-segitu amat..tau lah... tapi yang pasti... Aq hanyalah seorang manusia biasa yang akan tetap menangis bila bersedih dan akan tertawa bila bahagia...:-) "so,My lastest comment..." ..I'm everyone...but noone... ..Everywhere...nowhere...

Categories

Stats

kumpulblogger